Kubu Prabowo sebut penurunan kemiskinan Jokowi kalah dengan Megawati dan Gusdur

REPORTED BY: Insan Praditya

Kubu Prabowo sebut penurunan kemiskinan Jokowi kalah dengan Megawati dan Gusdur Kubu Prabowo

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Rahayu Saraswati mengatakan penurunan kemiskinan era Jokowi kalah dibanding era Megawati Soekarnoputri dan Abdurrahman Wahid, yang akrab disapa Gus Dur.

"Kecepatan penurunan kemiskinan pemerintahan ini juga kalah dengan Bu Megawati, yakni 0,57 juta, apalagi dengan Gus Dur, yang mencapai 5,05 juta jiwa per tahun," ujarnya di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Lebih lanjut, Dia mengatakan pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan Presiden Joko Widodo tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas manusia. Hal tersebut meburutnya menimbulkan sebuah kecurigaan jika capres tersebut memprioritaskan kembali program tersebut di tahun politik.

"Kita sudah mengingatkan sejak awal kepada pemerintahan untuk tidak mengesampingkan pembangunan manusia. Sayangnya, hal ini baru mulai diangkat sebagai prioritas pada tahun ini yang notabene adalah tahun politik," tegasnya.

Kendati demikian, ia menyayangkan minimnya anggaran pendidikan yang dialokasikan untuk masyarakat,sehingga hal tersebut juga menjadi penyebab mengapa faktor kemiskinan tidak turun secara signifikan.

"Penyebabnya bukan soal anggaran, karena kita mengalokasikan 20 persen APBN untuk pendidikan. Ini semua terjadi karena permasalahan manajemen, kualitas sistem pendidikan dan kurangnya dukungan peningkatan kualitas pengajar," jelasnya.

Menurutnya, pembangunan multidimensi tersebut mendesak segera dilakukan guna menghadapi bonus demografi pada 2030. Pembangunan itu nantinya akan meliputi perbaikan gizi anak, peningkatan sistem pendidikan, penguatan ketahanan energi (terutama terbarukan) dan sistem pertahanan, serta kebijakan mengatasi masalah lingkungan.

"Multidimensi pembangunan bangsa harus menjadi prioritas, bukan single dimensi seperti yang saat ini berjalan, yakni infrastruktur. Kita harus segera berbenah dengan tepat dan Prabowo-Sandi sebagai Presiden dan Wakil Presiden mampu menjawab tantangan dengan solusi yang sesuai," tutupnya.

 

Prabowo perlu reuni 212 lagi jelang Pilpres 2019 jika ingin menang
Meluruskan cara pandang tentang pernikahan dan keluarga
Charta Politica: Pemindahan posko pemenangan BPN ke Jateng hanya psywar
Reforma Agraria era Jokowi dinilai di lajur yang benar
Markas BPN pindah, TKD: Apa urgensinya?
PAN akan sanksi DPD membelot ke kubu Jokowi
Cara Khabib Nurmagomedov habiskan 100 ribu dolar pertamanya
DPR minta Kemendagri ungkap e-KTP tercecer
Ibu dan bayi perempuannya tewas karena dokter mabuk
Dua RS Belanda hentikan impor potongan tubuh manusia dari AS
Filipina batal beli helikopter Rusia karena takut AS
Sejumlah kapal perang Rusia masuki  India
Salah sebut gelar Nabi, Prabowo dituntut minta maaf ke umat Islam
Sandiaga ganti strategi, BPN pindah posko pemenangan
Berkarya sebut dosen Universitas Andalas latah dan tak paham tata negara
Fetching news ...