AS peringatkan semua pelabuhan untuk tolak semua kapal Iran

REPORTED BY: Insan Praditya

AS peringatkan semua pelabuhan untuk tolak semua kapal Iran Kapal berbendera Iran

Amerika Serikat (AS) memperingatkan semua pelabuhan dan perusahaan asuransi untuk menolak kapal-kapal asal Iran. Hal ini terkait dengan pengenaan sanksi AS terhadap Iran yang bertujuan untuk menghentikan semua penjualan minyak Iran yang menjadi komoditi ekspor andalannya.

 Perwakilan Khusus Departemen Luar Negeri tentang kebijakan Iran, Brian Hook mengatakan bahwa sanksi AS diperpanjang untuk asuransi dan penjamin emisi. Pemberlakukan kembali sanksi ini untuk mengurangi pengaruh politik Iran

"Dengan sengaja memberikan layanan ini kepada perusahaan pelayaran Iran yang terkena sanksi akan berakibat pengenaan sanksi AS," kata Hook kepada wartawan.

Pemberlakuan sanksi ini berlaku di sepanjang terusan Suez hingga selat Malaka.

"Dari terusan Suez ke Selat Malaka dan semua titik cek di antaranya, tanker Iran sekarang menjadi floating liability," sambungnya, Jumat (09/11/2018).

Menurut Hook, kapal-kapal Iran kemungkinan akan beralih ke asuransi domestik tetapi meragukan jika mereka dapat menutupi kerugian yang membentang menjadi jutaan atau miliaran dolar jika terjadi bencana besar.

"Jika ada kecelakaan yang melibatkan kapal tanker Iran, tidak mungkin perusahaan asuransi Iran ini bisa menutupi kerugian," jelas Hook.

Ia mengatakan bahwa Amerika Serikat, yang militernya berpatroli di Teluk dan bersekutu dengan Arab Saudi, tidak menginginkan insiden.

"Kami sangat berharap tidak akan ada kecelakaan, tetapi kecelakaan adalah kemungkinan yang sangat nyata, mengingat catatan Iran," ujar Hook.

Prabowo perlu reuni 212 lagi jelang Pilpres 2019 jika ingin menang
Meluruskan cara pandang tentang pernikahan dan keluarga
Charta Politica: Pemindahan posko pemenangan BPN ke Jateng hanya psywar
Reforma Agraria era Jokowi dinilai di lajur yang benar
Markas BPN pindah, TKD: Apa urgensinya?
PAN akan sanksi DPD membelot ke kubu Jokowi
Cara Khabib Nurmagomedov habiskan 100 ribu dolar pertamanya
DPR minta Kemendagri ungkap e-KTP tercecer
Ibu dan bayi perempuannya tewas karena dokter mabuk
Dua RS Belanda hentikan impor potongan tubuh manusia dari AS
Filipina batal beli helikopter Rusia karena takut AS
Sejumlah kapal perang Rusia masuki  India
Salah sebut gelar Nabi, Prabowo dituntut minta maaf ke umat Islam
Sandiaga ganti strategi, BPN pindah posko pemenangan
Berkarya sebut dosen Universitas Andalas latah dan tak paham tata negara
Fetching news ...